Crazy man

Just another WordPress.com weblog

pembenihan ikan lele

PEMBENIHAN IKAN LELE

A. LANGKAH PERSIAPAN

1. Persiapan Wadah.

Sebelum digunakan untuk pembenihan, terlebih dahulu wadah dipersiapkan secara hati – hati dengan langkah – langkah sebagai berikut :

a. Mempersiapkan wadah pemijahan berupa bak atau bak modifikasi ( tiruan ) dengan ukuran 3 x 1 x 0,8 m.

b. Mempersiapkan wadah penetasan berupa bak atau bak modifikasi dengan ukuran 1 x 0,3 x 0.2 m.

c. Mempersiapkan bak pendederan yang berukuran 1 x 0,5 x 0,5 m

d. Mempersiapkan bak pemeliharaan induk dengan ukuran 3 x 1 x 1,5 m.

Beberapa hal yang harus dilakukan setelah mempersiapkan wadah yaitu :

a. Bersihkan wadah jangan sampai ada kotoran atau lumut yang tersisa.

b. Untuk menghindari tumbuhnya jamur perlu diberi larutan PK 20 ppm.

c. Isilah bak penetasn telur dengan bersih sebanyak 2/3 volume bak.

d. Masukan PK tersebut ke dalam bak penetasan, biarkan selama 15-20 menit.

e. Setelah itu larutan PK dibersihkan, gantilah dengan air bersih sebanyak 2/3 dari volumenya.

2. Persiapan Induk

Calon induk lele perlu dipersiapkan sendini mungkin dengan pemeliharaan khusus. Hal ini dilakukan apabila induk yang akan dipijahkan belum matang kelaminya.

Kriteria induk yang baik adalah :

a. Gerakan lincah.

b. Tidak cacat fisik.

c. Tidak terserang penyakit atau parasit.

Adapun cara menentukan lele jantan atau betina, dapat dilihat pada ciri – ciri sebagai berikut :

v Lele Jantan

a. Warna kulit dada agak tua.

b. Lubang kelamin agak menonjol, memanjang ke arah belakang dan terletak di belakang anus.

c. Perut lebih langsing.

v Lele Betina.

a. Warna kulit dada agak terang.

b. Kelamin berbentuk oval, warna kemerah –merahan, lubang agak lebar dan terletak di belakang anus.

d. Perut lebih gembung dan lunak.

3. Pemeliharaan Induk Ikan Lele

Kondisi induk lele saat ini belum matang kelamin sehingga membutuhkan pemeliharaan tersendiri. Dalam pemeliharaan induk lele perlu diperhatikan kondisi air dan pakan. Usahakan air yang digunakan adalah air sehat dan pakanya mengandung nilai gizi yang tinggi, baik berupa pellet kandungan protein 25 % ke atas atau cincangan bekicot dicampur dengan dedek dan pellet.

Berilah pakan tiga kali sehari dengan jumlah pakan total setiap hari 5 % berat ikan.

Usahakan pakan yang ada dalam bak selalu mengalir seimbang antara air yang masuk dan air yang keluar.

Untuk menentukan jumlah pakan berikutnya, lakukan penimbangan setiap minggu.

Setelah panjang lele 25 – 30 cm, periksalah apakah induk lele sudah matang kelamin. Jika sudah matang, lele siap dipijahkan.

4. Pemilihan Induk Lele Matang Kelamin atau Gonad

Agar pemijahan lele berhasil baik, pemilihan induk lele matang kelamin perlu dilakukan secara seksama.

Berikut ini adalah tanda – tanda lele matang kelamin.

a. Lele Jantan Matang Kelamin.

Tanda – tandanya apabila perut lele diurut ke arah anus, lele akan mengeluarkan sperma. Dengan demikian lele jantan dikatakan telah matang kelamin.

b. Lele Betina Matang Kelamin.

Tanda – tandanya perut lele telah membesar jika diraba terasa lunak, lubang kelamin membesar dan berwarana kemerah –merahkan. Apabila dimasukan sedotan teh botol ke dalam lubang kelamin sedalam 4 cm, kemudian menyedotnya, telur lele akan terbawa. Apabila sebanyak 90 % dari telur tersebut bergaris tengah 1 mm dikatakan lele betina telah matang kelamin.

B. PEMIJAHAN IKAN LELE

1. Pemijahan Secara Intensif

Peminjahan intensip adalah suatu pemijahan yang ikut campur dari proses awal hingga akhir ( pembuahan buatan ) dalam kegiatan pemijahan.

Dengan demikian segala sesuatunya diharapakan terawas.

a. Penentuan Dosis

Perbandingan berat antar induk jantan dan betina sebaiknya 1:1. sehingga apabila berat induk betina 3 kg, induk jantan juga harus 3 kg.

b. Pembuatan Ekstrak Hipofisis

Perbandingan kelenjar hipofisis sebaiknya dilakukan per tahap penyutikan disesuaikan dengan dosisnya.

· Potonglah tulang kepala bagian bawah dari hidung ke tulang tengkorak terbuka dan bagian insang dibuang.

· Potonglah jaringan saraf yang berwarna putih disebelah depan sehingga akan terlihat posisi otak ikan.

· Angkatlah otak ikan, posisi kelenjar hiposis akan tampak.

· Bersihkan jaringan dari bekas jaringan yang membungkusnya. Masukan kelenjar itu ke dalam penggerus. Masukan beberapa tetes larutan garam faal, kemudian gerus hingga lumat, tambah garam faal lagi 2 cc / 1 sendok teh. Aduk hingga bercampur benar. Pindahkan larutkan tadii ke dalam tabung reaksi, lalu putar memnggunakan centrifuge.

· Ambilah cairan bening tersebut dengan menggunakan alat suntik, cairan tersebut siap untuk disuntikkan.

c. Pembuahan Telur dengan cara Pengurutan ( stipping )

Tangkap induk lele betina secara hati –hati, tutup handuk basah pada kepalanya. Urut dengan ibu jari kearah anus. Tempatkan telur ke daam bak atau tempat yang tidak mudah bereaksi.

Kalau pengurutan pada induk lele sudah selesai, segera urut lele jantan, caranya sama dengan pengurutan induk lele betina.

Campurkan sperma jantan dan telur lele betina dengan cara mengaduk – aduk hingga rata, gunakan bulu ayam yang bersih dan kering yang telah dipersiapkan. Tambahkan aquades dan aduk hingga merata benar.

d. Penetasan Telur

Setelah telur lele terbuahi, warnanya berubah menjadi hijau kecoklat – coklatan.

Letakkan telur secara merata dalam bak penetasan. Usahakan telur tidak terlalu padat. Setelah telur menetas biarkan larva di tempat tersebut sampai tiga hari. Larva akan tampak seperti jarum kecil dan ada gelembung kecil berwarna hijau ( yolk sae ).

e. Pembuahanm Telur dengan cara Pengurutan pada Induk Betina.

Pengurutan induk lele betina dilakuakn serperti yang telah dikerjakan sedangkan untuk perlakuan induk lele jantan sperma diambil dari kantong sperma dalam tubuh lele tersebut sehingga induk lele jantan harus dimatikan.

2. Pemijahan Secara Semiintensif

Induk lele yang telah disuntik ( perlakuan/dosis di atas ) ditempatkan pada bak pemijahan. Penempatan induk lele betina dan jantan dalam satu bak pemijahan hanya dipisahakan dengan penyekat yang terbuat dari kain terilili atau sejenisnya.

Jika lele betina dan jantan gelisah, penyekat segera diambil agar terjadi pemijahan sendiri. Kurangi volume air bak pemijahan hingga kedalaman 20 cm ( sebelum lele mijah ).

Induk lele akan menggerakan ekornya untuk meratakan letak telur – telurnya. Induk lele jantan akan menjaga sampai menetas kira – kira memerlukan waktu 27 jam.

C. PEMELIHARAAN BENIH LELE

1. Pemeliharaan Larva

Semua telur ikan lele akan sampai waktu 27 jam. Setelah menjadi larva, bak penetasan diberi aerasi tetapi jangan terlalu besar. Setelah berumur 3 hari, larva dijarangkan dan dipindahan sebagian ke bak yang lain. Usahakan kedalaman air tetap 20 cm.

Berilah perlindungan sinar matahari pada bak pemeliharaan larva walaupun tidak semua tertutup.

Penjarangan

Benih lele perlu dilakukan penjarangan apabila dalam bak tersebut telah dirasakan terlalu padat. Hali ini pasti akan terasa karena benih lele tumbuh menjadi besar. Jika tidak dilakukan penjarangan, benih akan banyak yang mati.

Cara melakukan penjarangan.

Tangkapalah benih tersebut dan masukan dalam bak lainnya hinga dirasakan benih sudah tidak terlalu padat lagi.

2. Pendederan

Setelah berumur 7 minggu, benih perlu dipindahkan ke dalam kolam pendederan, ukuran disesuaikan dengan kondisi.

Lama pemeliharaan dalam kolam pendederan sekitar 7-8 mingu sehingga pada saat itu benih lele berumur sekitar 15 minggu, sampai didapat benih berukuran 15 cm. pada penebaran 150-200 ekor/m2 .

Pakan yang diberikan berupa cincangan bekicot dicampur dengan dedak halus dan daun pepaya. Bersihkanlah 4-5 kali sehari, yaitu pada pagi, siang, sore, dan malam hari pakan diberikan sampai benih lele kenyang.

Langkah berikutnya, benih lele siap dibesarkan dalam kolam pembearan dengan aturan yang agak berbeda.

D. PEMANENAN IKAN

Pemanenan ikan dilakukan jika ikan yang dipelihara sudah mencapai ukuran yang diinginkan, ada 2 cara dalam melakukan panen yaitu :

- Panen total.

- Panen bertahap.

E. PENGEPAKAN

Ikan yang telah dipanen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari – hari unutk dijual.

Ikan yang akan dijual harus diperhatikan tentang jarak lokasi penjualan, wadah yang digunakan dalam pengangkut, dan kepadatan ikan dalam wadah pengangkutan. Wadah yang digunakan ada beberapa jenis :

  1. Fish Bus

Fish bus digunakan untuk mengangkut jarak dekat. Alat ini terbuat dari aluminium.

  1. Kantong Pelastik

Cara – cara menggunakan kantong plastik :

- Siapkan kantong plastik untuk pengepakan ikan.

- Kantong plastik diisi air dan oksigen.

- Ikan dimasukan ke dalam kantong plastik.

- Kantong plastik diikat dengan karet gelang.

About these ads

Maret 18, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: